Meski laba 2025 turun menjadi USD760 juta, perseroan dinilai masih memiliki biaya produksi yang kompetitif serta saldo laba yang kuat.
Di sektor perbankan, BBCA dipandang tetap solid dengan valuasi price to book value (PBV) sebesar 2,91 kali dan target harga Rp8.600 per unit.
Hingga semester I-2026, laba bersih bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencapai Rp29,5 triliun atau tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Penyaluran kredit juga untuk pertama kalinya menembus Rp1.036 triliun.
Walaupun pendapatan bunga bersih (NII) turun tipis 0,6 persen, pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 11 persen serta kenaikan dana murah (CASA) 10,2 persen dinilai mampu menopang kinerja.
Sementara itu, ADRO direkomendasikan dengan target harga Rp2.630 dan valuasi P/E sekitar 8 kali.