Di sektor konsumsi, ICBP memperoleh target harga Rp10.500 dengan valuasi P/E 9 kali. Walaupun laba kuartal I-2026 turun 3 persen menjadi Rp2,57 triliun akibat kerugian selisih kurs, penjualan masih tumbuh 8 persen.
Pertumbuhan bisnis mi instan tetap dinilai solid, meski kenaikan biaya bahan baku dan pelemahan rupiah masih memberikan tekanan terhadap margin keuntungan.
TLKM dipatok dengan target harga Rp3.750 dan valuasi P/E 15,6 kali. Laba bersih kuartal I-2026 memang turun 21,7 persen menjadi Rp4,34 triliun akibat percepatan depresiasi aset.
Namun, BRI Danareksa melihat kenaikan average revenue per user (ARPU) layanan seluler sebesar 6,4 persen, pertumbuhan arus kas operasi (operating cash flow/OCF) sebesar 3,1 persen, serta peluang efisiensi anak usaha masih menjadi katalis positif ke depan.
Sementara itu, KLBF dinilai tetap menarik sebagai saham defensif dengan target harga Rp1.700 dan valuasi P/E sekitar 9 kali.