Perseroan mencatat lonjakan laba kuartal I-2026 sebesar 67 persen menjadi USD128 juta seiring kenaikan harga batu bara.
Selain itu, kontribusi laba dari ventura bersama meningkat hingga 939 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat kualitas laba perusahaan.
Untuk sektor otomotif, ASII dipandang menarik dengan target harga Rp6.850 dan valuasi P/E 6 kali.
BRI Danareksa menilai reposisi bisnis Astra ke tiga lini usaha inti, program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp8 triliun, serta rasio pembayaran dividen sebesar 45-50 persen menjadi katalis utama.
Di sisi operasional, laba inti semester I-2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp13,5 triliun, didukung pertumbuhan penjualan mobil sekitar 10 persen secara tahunan.