EBITDA perseroan mencapai Rp271,8 miliar atau tumbuh 649 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, posisi kas perseroan turun 19,9 persen menjadi sebesar Rp1,14 triliun dari Rp1,42 triliun disebabkan oleh pembayaran bunga renovasi Paradisus by Meliá Bali serta biaya pengembangan lahan.
Hingga kuartal I-2026, anak usaha PT Suryacipta Swadaya (SCS) mencatat penjualan pemasaran lahan industri 8,2 hektare dengan nilai Rp169,1 miliar dari kawasan Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan, meningkat 105 persen dibandingkan 4 hektare Rp88 miliar pada kuartal I-2025.
Backlog penjualan lahan SCS tercatat sebesar Rp727,4 miliar yang merepresentasikan 46,3 hektare lahan. Dari jumlah tersebut, seluas 35,6 hektare telah dibukukan pada April 2026 dengan nilai mencapai Rp524,1 miliar.
(DESI ANGRIANI)