AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Sektor Wisata Pulih, Pendapatan Satria Mega (SOTS) Melonjak 12,57 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 28 November 2021 15:44 WIB
Pulihnya sektor pariwisata turut berdampak terhadap kinerja PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS).
Sektor Wisata Pulih, Pendapatan Satria Mega (SOTS) Melonjak 12,57 Persen. (Foto: MNC Media)
Sektor Wisata Pulih, Pendapatan Satria Mega (SOTS) Melonjak 12,57 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pulihnya sektor pariwisata turut berdampak terhadap kinerja PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan dengan sejumlah pencapaian selama periode Januari-September 2021.

Emiten yang bergerak di bidang properti khususnya hotel, residence, dan villa ini menghasilkan pendapatan bersih mencapai Rp7,90 miliar atau naik 12,57% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp7,02 miliar.

Pendapatan hotel menjadi penopang pemasukan perseroan mencapai Rp7,90 miliar, naik dari periode sama tahun 2020 senilai Rp6,98 miliar. Sementara pendapatan spa jatuh drastis hanya mencapai Rp337 ribu, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp36,5 juta.

Secara rinci, pendapatan dari penggunaan kamar mencapai Rp5,29 miliar, naik tipis dari Rp4,55 miliar. Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar di hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu Sedangkan pendapatan makanan dan minuman yang dijual di resto hotel juga meningkat sebesar Rp2,53 miliar dari Rp2,37 miliar.

Pendapatan lain-lain seperti penggunaan telepon, laundry, business center, listrik dan parkir juga menyumbang Rp76,5 juta, sebagaimana dilaporkan perseroan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/11/2021).

Selama sembilan bulan pertama tahun 2021, perseroan mampu memangkas beban operasional mencapai Rp3,48 miliar, dari Rp3,60 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Alhasil, laba kotor perseroan meningkat menjadi Rp4,41 miliar dari Rp3,64 miliar.

Namun, setelah perhitungan beban umum, admistrasi, keuangan, pajak, dan lainnya, emiten berkode SOTS ini masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp19,12 miliar, turun dari rugi tahun berjalan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp23,03 miliar.

Dari total tersebut, rugi komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih perseroan mencapai Rp11,47 miliar, atau turun dari Rp13,82 miliar.

Perhitungan tersebut membuat SOTS mencetak rugi per saham dasar mencapai minus Rp19,13 dari Rp23,04.

Posisi aset SOTS per 30 September 2021 mencapai Rp413,7 miliar, lebih rendah -0,98% dibandingkan posisi aset pada 31 Desember 2020 sebesar Rp417,8 miliar.

Adapun total liabilitas perseroan senilai Rp152,8 miliar, dan jumlah ekuitas sebanyak Rp260,9 miliar. Sedangkan posisi kas atau setara kas (saldo akhir) SOTS sebesar Rp13,8 miliar pada 30 September 2021. Raihan tersebut meningkat 5,87% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp13,03 miliar. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD