AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Semen Indonesia (SMGR) Catatkan Laba Bersih Rp2,02 T di 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 01 Maret 2022 12:05 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp2,02 triliun sepanjang tahun 2021.
Semen Indonesia (SMGR) Catatkan Laba Bersih Rp2,02 T di 2021
Semen Indonesia (SMGR) Catatkan Laba Bersih Rp2,02 T di 2021

IDXChannel - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp2,02 triliun sepanjang tahun 2021. Angka tersebut lebih rendah -27,61% dibandingkan pencapaian SMGR tahun 2020 sebanyak Rp2,79 triliun.

Perseroan turut membukukan pendapatan sebesar Rp34,95 triliun selama tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021, atau merosot -0,60% dibandingkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp35,17 triliun.

Volume penjualan semen masih menjadi penopang pendapatan perseroan sebesar Rp28,54 triliun, masih lebih rendah dari tahun 2020 sebesar Rp29,02 triliun, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dalam Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/3/2022).

Sejumlah pos lain yang berkontribusi terhadap pendapatan SMGR adalah penjualan terak Rp3,19 triliun, beton jadi dan siap pakai Rp1,76 triliun, kantong semen Rp128,7 miliar, persewaan tanah Rp35,03 miliar, tanah kawasan industri Rp58,91 miliar, jasa penambangan Rp16,70 miliar, dan lain-lain Rp1,21 triliun.

Beban pokok pendapatan SMGR membengkak 2,81% menjadi Rp24 triliun, dari sebelumnya Rp23,3 triliun. Sejumlah beban yang meningkat diantaranya pemakaian bahan baku Rp1,64 triliun, beban pabrikasi bahan bakar dan energi Rp8,59 triliun, sewa Rp95,39 miliar.

Alhasil, laba per saham perseroan merosot menjadi Rp341, dari sebelumnya Rp471.

SMGR memiliki jumlah aset per 31 Desember 2021 sebanyak Rp76,50 triliun, lebih rendah -1,92% dibandingkan total aset akhir 2020 sebanyak Rp78,00 triliun.

Total liabilitas perseroan berkurang menjadi Rp34,94 triliun, dari sebelumnya Rp40,57 triliun. Sementara ekuitas perseroan bertambah mencapai Rp39,78 triliun dari Rp35,65 triliun.

Adapun arus kas dan setara kas pada akhir tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 menjadi Rp2,47 triliun, lebih rendah dari kas akhir 2020 sebesar Rp2,93 triliun.

(NDA)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD