sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Setahun Disuspensi, Emiten Udang (PMMP) Masih Terganjal Laporan Keuangan hingga Denda

Market news editor Desi Angriani
30/06/2026 14:13 WIB
Saham PMMP disuspensi sejak 30 Juli 2025 karena perseroan keterlambatan menyampaikan Laporan Keuangan dan pembayaran denda.
Setahun Disuspensi, Emiten Udang (PMMP) Masih Terganjal Laporan Keuangan hingga Denda (Foto: iNews Media Group)
Setahun Disuspensi, Emiten Udang (PMMP) Masih Terganjal Laporan Keuangan hingga Denda (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Emiten udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) masih menghadapi persoalan keterlambatan penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda setelah hampir setahun sahamnya disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa menghentikan sementara perdagangan saham PMMP sejak 30 Juli 2025 karena perseroan keterlambatan menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2025 serta belum memenuhi kewajiban pembayaran sanksi denda.

Memasuki pertengahan 2026, persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. Meski PMMP telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2025 pada Februari 2026 dan melakukan perbaikan pada Mei 2026. 

Namun, perseroan kembali dikenai sanksi berupa Peringatan Tertulis II lantaran belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2026.

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengakui, perseroan belum mampu melunasi denda keterlambatan kepada BEI akibat masih mengalami tekanan arus kas. Karena itu, perusahaan berencana mengajukan permohonan pembayaran denda secara bertahap atau mencicil.

"Perseroan belum bisa memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6.2 dan II.6.3 dikarenakan Perseroan masih mengalami kesulitan keuangan. Perseroan berencana untuk mengajukan pembayaran denda dengan cara mencicil," ujar Martinus dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (30/6/2026).

Adapun kinerja PMMP tertekan akibat melemahnya pasar ekspor utama ke Amerika Serikat (AS) setelah produk perseroan dikenakan tarif anti-dumping serta tambahan tarif resiprokal sebesar 19 persen.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan permintaan sehingga perusahaan melakukan berbagai langkah efisiensi, antara lain merasionalisasi jumlah karyawan dan menonaktifkan sebagian fasilitas pabrik.

Untuk membuka suspensi dan mengembalikan sahamnya ke papan perdagangan, PMMP tengah menjalankan sejumlah upaya pemulihan. 

Langkah tersebut meliputi negosiasi restrukturisasi utang dengan perbankan guna menurunkan beban bunga, memperbaiki struktur permodalan melalui rencana pengambilalihan atau masuknya investor baru, serta menyelesaikan seluruh kewajiban penyampaian laporan keuangan sesuai ketentuan regulator.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement