AALI
10325
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1190
ADMF
7950
ADMG
228
ADRO
1875
AGAR
352
AGII
1525
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
240
ALMI
250
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.01
0.34%
+1.75
IHSG
6658.77
0.38%
+25.43
LQ45
976.43
0.43%
+4.23
HSI
25409.75
0.31%
+78.75
N225
29025.46
1.66%
+474.56
NYSE
16871.74
2.17%
+358.54
Kurs
HKD/IDR 1,811
USD/IDR 14,105
Emas
798,829 / gram

Siap-Siap, PayPal Berencana Akuisisi GoPay

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Selasa, 01 Oktober 2019 15:00 WIB
Platform pembayaran elekronik terbesar di dunia PayPal berencana mengakuisisi saham GoPay atau Guofubao Information Technology Co Ltd asal China.
Siap-Siap, PayPal Berencana Akuisisi GoPay. (Foto: Ist)

IDXChannel – Platform pembayaran elekronik terbesar di dunia PayPal berencana mengakuisisi saham GoPay atau Guofubao Information Technology Co Ltd asal China yang merupakan medium uang elektronik pertama untuk e-commerce, perdagangan lintas negara dan lainnya di negeri tirai bambu terseebut.  

Dilansir Techcrunch, Selasa (1/10), sebelumnya Bank Rakyat China telah menyetujui untuk mengakuisisi PayPal ekuitas sebesar 70 % di Guofubao Information Technology Co. Menurut perusahaan, PayPal akan mengendalikan sistemnya di anak perusahaan Yinbaobao Information Technology (Shanghai) Co., Ltd.

Sekadar diketahui, masuknya PayPal ke China ini dimulai dari ketegangan antara AS dan China yang berkaitan soal pembatasan investasi berujung perang dagang. Meski demikian PayPal harus berhadapan langsung dengan dengan para pengusaa lokal yakni WeChat Pay dan AliPay.

Dengan maraknya perdagangan online, pembayaran mobile di China diharapkan mampu bertumbuh hingga 21,8% atau USD96,73 triliun pada 2023. Hal tersebut termasuk perdagangan lintas negara, pariwisata dan pendidikan luar negeri. Selain itu, total pengguna uang elektronik pada 2023 diperkirakan mencapai 965 juta dari 562 juta di 2017.

China sebelumnya sudah menyatakan akan membuka lapangan bagi perusahaan Fintech, seperti perusahan asal Amerika Serikat yakni American Express yang pada November 2018 telah mengantongi izin dan Mastercard di 2019 yang akan masuk ke China. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD