AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
107
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
408
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.52
-1.18%
-6.39
IHSG
7090.99
-1.22%
-87.59
LQ45
1013.74
-1.16%
-11.90
HSI
17964.23
0.17%
+30.96
N225
26452.79
-2.58%
-701.04
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Siapa Target Pasar Surat Utang Hijau? Begini Penjelasannya

MARKET NEWS
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Rabu, 18 Mei 2022 14:44 WIB
Ada sejumlah tipe investor yang dibidik menjadi target pasar surat utang hijau (green bond).
Siapa Target Pasar Surat Utang Hijau? Begini Penjelasannya. (Foto: MNC Media)
Siapa Target Pasar Surat Utang Hijau? Begini Penjelasannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada sejumlah tipe investor yang dibidik menjadi target pasar surat utang hijau (green bond). Masih maraknya obligasi hijau membuat investasi ini dinilai masih menarik untuk dilirik. 

Salah satu contohnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BNI menawarkan obligasi korporasi berwawasan lingkungan atau green bond ini mencapai Rp5 triliun. Dengan jumlah yang tidak sedikit itu, tentu menunjukkan bahwa surat utang hijau masih patut dicoba. 

Lantas, siapa target pasar surat utang hijau ini? Agar lebih paham, IDXChannel mengulasnya sebagai berikut. 

Siapa Target Pasar Surat Utang Hijau?

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira,  green bond atau surat utang hijau hingga saat ini masih cukup menarik khususnya bagi investor institusional. 

Bhima menjelaskan bahwa keunggulan green bond terdapat pada persepsi risiko kredit yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan obligasi konvensional. Dengan demikian, target utama yang disasar oleh surat utang hijau adalah investor institusional. 

Jika dilihat dari segi citranya, green bond dinilai bisa bisa menambah nilai bagi sebuah perusahaan dan investor. Tak hanya itu, dengan adanya surat utang hijau ini,  investor juga makin perhatian terhadap isu-isu terkait tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG standard) sebelum memutuskan membeli aset keuangan.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD