AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19730.90
-0.96%
-191.55
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Siapkan Rp1 Triliun, Hermina (HEAL) Siap Akuisisi Empat Rumah Sakit Baru

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Selasa, 10 Mei 2022 16:23 WIB
Beberapa RS yang tengah diincar untuk akuisisi tersebut disebutkan berada di Aceh, Tasikmalaya dan Ciawi.
Siapkan Rp1 Triliun, Hermina (HEAL) Siap Akuisisi Empat Rumah Sakit Baru (foto: MNC Media)
Siapkan Rp1 Triliun, Hermina (HEAL) Siap Akuisisi Empat Rumah Sakit Baru (foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan pemilik jaringan Rumah Sakit (RS), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) tengah bersiap memperkuat kinerjanya secara anorganik dengan mengakuisisi tiga hingga empat RS baru. Guna merealisasikan rencana tersebut, manajemen pun telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/CAPEX) hingga Rp1 triliun.

Beberapa RS yang tengah diincar untuk akuisisi tersebut disebutkan berada di Aceh, Tasikmalaya dan Ciawi. Proses akuisisi dilakukan tidak hanya pada tahun ini saja, melainkan juga dimungkinkan hingga tahun 2023 mendatang, bergantung pada kelancaran proses transaksi yang sedang dijalani oleh emiten dengan kode saham HEAL tersebut.

"Tidak akan semuanya (dilakukan di tahun 2022 ini). Masih proses. Yang pasti ada satu yang kita akuisisi di tahun ini," ujar Direktur HEAL, Aristo Setiawidjaja, dalam program 1st Session Closing IDXChannel, Selasa (10/05/2022).

Menurut Aristo, rencana penambahan jaringan RS ini sejalan dengan semakin membaiknya pemulihan kasus COVID-19. Dengan tidak diberlakukannya lagi kebijakan lockdown, pasien diyakini bakal lebih nyaman untuk beraktifitas termasuk untuk mendapatkan perawatan untuk elektive prosedur.

Hingga saat ini, Hermina mencatat bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai 60 persen dari target sekitar 70 persen di sepanjang 2022. Untuk mencapainya, Hermina akan mengembangkan layanan unggulan dengan intensitas yang lebih tinggi seperti perawatan untuk penyakit jantung dan kanker.  

Dengan strategi dan ekspansi yang akan dilakukan, perseroan pun optimis membidik pendapatan dapat mencapai Rp 5 triliun tahun ini. (TSA/Tirta)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD