AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Singapura Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 41,2 Persen

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Selasa, 14 Juli 2020 15:15 WIB
Akibat pertumbuhan ekonomi minus 41,2 persen di kuartal II-2020, Singapura resmi masuk resesi.
Singapura Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 41,2 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel – Akibat pertumbuhan ekonomi minus 41,2 persen di kuartal II-2020, Singapura resmi masuk resesi. Hal ini terjadi imbas penerapan lockdown selama pandemi Covid-19 yang terus diperpanjang sehingga terhadap berbagai industri.
.
Pernyataan Singapura resesi resmi diumumkan secara langsung oleh Departemen Perdagangan dan Industri Singapura pada Selasa (14/7/2020). Angka tersebut menjadi kontraksi Produk Domestik Bruto (PDB) triwulanan terbesar dalam sejarah Singapura.
.
“Jalan menuju pemulihan dalam beberapa bulan ke depan akan menantang. Kami memperkirakan pemulihan akan lambat dan tidak merata, karena permintaan eksternal terus lemah, sebab ancaman gelombang kedua pandemi ini akan terus mendorong negara lain untuk memperketat lockdown kembali” kata Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing, seperti dikutip Bloomberg.

Departemen Perdagangan dan Industri menyatakan, produk domestik bruto Singapura sebagaian besar dihitung dari data April dan Mei. Akibatnya, ekonom memprediksi ekonomi negara di Asia Tenggara akan minus 37,4%. Resesi didefinisikan jika pertumbuhan dua kuartal berturut-turut mengalami minus. Tercatat, pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura minus 3,3%. Dengan demikian, Singapura masuk ke jurang resesi.

Dibandingkan pada tahun sebelumnya, ekonomi Singapura alami kontraksi 12,6% pada kuartal II-2019. Itu juga lebih buruk dari perkiraan analis yang sebesar 10,5%.

Sejatinya penerapan penutupan atau lockdown dilakukan sejak awal April yang menutup hampir sebagian tempat kerja terkecualikan beberapa sektor layanan penting. Namun, sejak awal Juli pemerintah sudah melonggarkan beberapa langkah tersebut.

Jika dilirik lebih tajam, data pertumbuhan ekonomi Singapura tercatat pada sektor manufaktur anjlok 2,5%, konstruksi anjlok 54,7% dibandingkan tahun lalu, industri yang memproduksi jasa mengalami kontraksi 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, berdasarkan data Universitas John Hopkins, Singapura juga menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan populasi 5,7 juta, lebih dari 46.200 orang terinfeksi dan 26 kematian akibat covid-19.

“Sementara banyak industri, terutama pariwisata dan perhotelan, akan terus menderita, ekonomi harus pulih lebih cepat daripada yang lain di kawasan ini,” tulisnya Alex Holmes, ekonom Asia konsultan Capital Economics.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura telah meluncurkan empat paket stimulus dengan total sekitar 100 miliar dolar Singapura (USD70,4 miliar) sepanjang 2020 untuk mendukung bisnis dan rumah tangga yang terkena dampak pandemi. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD