sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sinyal Bunga The Fed dan Risiko Fiskal Domestik Masih Bayangi Rupiah Hari Ini

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
11/09/2026 09:19 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini Jumat (11/9/2026).
Sinyal Bunga The Fed dan Risiko Fiskal Domestik Masih Bayangi Rupiah Hari Ini (FOTO:iNews Media Group)
Sinyal Bunga The Fed dan Risiko Fiskal Domestik Masih Bayangi Rupiah Hari Ini (FOTO:iNews Media Group)

Kondisi geopolitik tersebut diperberat oleh sikap para pedagang yang kini bersiap menyambut rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS serta data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Rangkaian laporan inflasi tersebut dinantikan untuk memberi petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan guna meredam tekanan harga. 

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini telah mengalkulasi adanya peluang sekitar 60 persen bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Membubungnya harga minyak mentah dunia akibat konflik maritim tersebut merembet menjadi ancaman langsung bagi postur anggaran pendapatan dan belanja negara.

Kebutuhan pasokan energi impor yang mahal dikhawatirkan dapat memicu lonjakan permintaan dolar AS sekaligus memperlebar defisit fiskal pemerintah.

"Meskipun pemerintah mengisyaratkan anggaran negara berada dalam posisi aman, risiko fiskal akibat tingginya harga minyak dunia tetap membayangi stabilitas perekonomian karena secara otomatis meningkatkan alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, baik BBM maupun LPG," kata Ibrahim.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement