Sepanjang sepekan terakhir, saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan jumbo dan emiten tambang milik konglomerasi, menjadi sasaran utama net sell asing di tengah meningkatnya sensitivitas pasar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net sell asing terbesar sekitar Rp8,12 triliun dalam sepekan, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp2,72 triliun. Tekanan juga menyasar saham tambang, termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Grup Bakrie yang dilepas asing sekitar Rp1,49 triliun dan anjlok lebih dari 28 persen dalam sepekan.
BUMI bersama PT Petrosea Tbk (PTRO) sebelumnya digadang-gadang masuk indeks MSCI pada Februari. Namun, rencana tersebut tertahan setelah MSCI membekukan proses rebalancing akibat isu free float dan transparansi kepemilikan saham di pasar domestik.
Merespons kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) menyiapkan langkah penataan.
OJK menyebut, SRO telah mempublikasikan dan menyerahkan data kepemilikan saham emiten yang lebih rinci kepada MSCI. Proses penyesuaian akan terus berjalan seiring evaluasi lanjutan hingga data tersebut dapat diterima sepenuhnya sesuai praktik internasional.