AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Sri Mulyani Sebut Crypto Ancaman Bagi Stabilitas Keuangan, Ini Alasannya

MARKET NEWS
Rina Anggraeni
Selasa, 15 Juni 2021 15:38 WIB
Mata uang digital masih terus digodok oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga forum dunia.
Sri Mulyani Sebut Crypto Ancaman Bagi Stabilitas Keuangan, Ini Alasannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Mata uang digital masih terus digodok oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga forum dunia. Isu ini dirembuk dalam pertemuan bank sentral berbagai negara serta persamuhan para anggota G20.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai Kemunculan mata uang digital dianggap mengancam keberadaan mata uang fisik dari sisi pengaturan jumlah uang yang beredar.

"Itu implikasinya tadi yang disebutkan makro policynya tidak hanya prudensial policy tapi juga makro policynya karena jumlah uang beradar pasit menentukan juga dinamika ekonomi suatu negara," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).

Kata dia, ada kompetisi di antara para pemilik, termasuk keterlibatan Elon Musk dalam mempromosikan crypto ini.

"Kalau kita lihat kayak Elon Musk, currency-nya boleh membeli saham Tesla dan lain-lain atau sempat Facebook dan digital Company di Amerika Serikat mau buat currency sendiri, itu dianggap ancaman bagi currency fisik yang dimiliki suatu negara," bebernya.

Adapun, mantan anggota Bank Dunia inu menulau sejumlah negara sejatinya telah melakukan uji coba kebijakan atau piloting menyusul maraknya peredaran uang crypto. Salah satunya China.

Beberapa daerah di Negeri Tirai Bambu tersebut mengubah transaksi fisik menjadi digital dan mengukur dampaknya terhadap perekonomian. 

"Persoalannya adalah setiap negara yang berkedaulatan menetapkan bank sentral sebagai penguasa atau yang memiliki power dari negara untuk mengatur currency,” tandasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD