Strategi berikutnya adalah berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar yang tetap likuid dan memiliki basis investor yang kuat, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Sementara itu, investor juga disarankan menghindari yield trap atau jebakan saham berdividen tinggi, karena pelemahan nilai tukar berpotensi menggerus keuntungan yang diperoleh dari imbal hasil dividen.
Untuk saham defensif, Bahana merekomendasikan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.