Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ditargetkan Rp2.000 dengan proyeksi kenaikan produksi dan penguatan struktur modal.
Di sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dipatok Rp4.000 seiring spin-off fiber dan peluang re-rating aset.
Terakhir, PT RMK Energy Tbk (RMKE) ditargetkan Rp13.100, memanfaatkan peralihan volume batu bara ke jalur kereta api menyusul larangan hauling di jalan umum pada 2026.
Momentum Jadi Penentu
Kiwoom menegaskan, 2026 adalah panggung bagi investor yang adaptif dan tajam membaca momentum. Pasar tidak lagi bergerak serentak, melainkan didorong emiten dengan narasi kuat dan likuiditas tinggi.
“Tahun 2026 menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas stock picking,” tulis Kiwoom.