sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Summarecon (SMRA) Bangun TOD di Stasiun Bekasi Ekstensi

Market news editor Rahmat Fiansyah
25/07/2026 19:00 WIB
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) resmi memulai pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bekasi Ekstensi.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) resmi memulai pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bekasi Ekstensi. (Foto: IG @agusyudhoyono)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) resmi memulai pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bekasi Ekstensi. (Foto: IG @agusyudhoyono)

IDXChannel - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) resmi memulai pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bekasi Ekstensi. Proses peletakan batu pertama alias groundbreaking dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026).

Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat ikut hadir seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, hingga jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Adhi mengatakan, proyek TOD ini merupakan kelanjutan dari pengembangan properti miliki perseroan di Bekasi yang dimulai sejak 2010. Saat itu, Summarecon membangun kawasan residensial, termasuk pembangunan flyover KH Noer Ali. Dia menyebut, pembangunan TOD ini merupakan inisiatif Summarecon dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi massal. 

"Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu mendistribusikan arus penumpang secara lebih merata, meningkatkan konektivitas kawasan, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan," katanya, Sabtu (25/7/2026).

Sesuai rencana, Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari sisi barat dan selatan Kota Bekasi, sedangkan stasiun yang sudah ada lebih fokus melayani sisi utara dan timur. Dengan begitu, pembagian ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang KRL Commuter Line.

Dengan konsep TOD, Summarecon akan membangun konsep hunian yang terhubung dengan berbagai moda transportasi umum. Selain KRL, nantinya juga terhubung dengan LRT Jabodebek, feeder, hingga skybridge

Stasiun baru ini dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan 6.733 meter persegi. Bangunan ini akan memiliki tiga lantai dilengkapi dengan koridor dan skybridge untuk pejalan kaki. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp78 miliar

Menteri IPK, AHY mengapresiasi inisiatif Summarecon dalam mengembangkan TOD di Stasiun Bekasi. Dia menegaskna bahwa pengembangan kawasan berbasis transit menjadi pendekatan baru dalam membangun kota yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

AHY menilai, ke depan, 73 persen penduduk Indonesia diproyeksikan tinggal di kawasan perkotaan. Karena itu, pengembangan kota harus diarahkan pada konsep yang mampu mengintegrasikan hunian, aktivitas ekonomi, dan transportasi massal.

"Dengan demikian, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement