Untuk mendanai kebutuhan investasi tersebut, perseroan akan mengandalkan kombinasi arus kas internal dan fasilitas pinjaman dari lembaga perbankan.
Sejalan dengan strategi ekspansi, SHIP saat ini membidik berbagai armada potensial untuk diakuisisi dengan fokus utama pada kapal pengangkut gas. Ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi energi, khususnya sektor gas alam.
Meski demikian, penambahan armada tidak secara langsung meningkatkan pendapatan perseroan. Pasalnya, sebagian besar pendapatan SHIP telah terikat dalam kontrak time charter jangka panjang dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan (firm contract).
Karena itu, penambahan kapasitas angkut lebih ditujukan untuk memperluas kemampuan layanan dan menangkap peluang kontrak baru, sementara realisasi pendapatan tetap bergantung pada kebutuhan serta kesepakatan sewa dengan pelanggan.
Di sisi lain, SHIP mencatat peningkatan signifikan pada beban operasional. Hingga 31 Maret 2026, beban sewa kapal melonjak 157,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.