sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tambah Armada Kapal LNG, SHIP Siapkan Capex Rp3,57 Triliun

Market news editor Desi Angriani
12/06/2026 20:03 WIB
Realisasi belanja modal telah dimulai sejak kuartal I-2026 melalui peremajaan salah satu unit armada Floating Storage Offloading (FSO)
Tambah Armada Kapal LNG, SHIP Siapkan Capex Rp3,57 Triliun (Foto: dok SHIP)
Tambah Armada Kapal LNG, SHIP Siapkan Capex Rp3,57 Triliun (Foto: dok SHIP)

IDXChannel - PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD200 juta pada 2026 atau setara Rp3,57 triliun (kurs Rp17.860 per USD).

Dana tersebut mayoritas akan dialokasikan untuk penambahan armada serta kegiatan docking guna mendukung ekspansi bisnis pelayaran dan jasa penunjang industri energi.

Manajemen SHIP menjelaskan, realisasi belanja modal telah dimulai sejak kuartal I-2026 melalui peremajaan salah satu unit armada Floating Storage Offloading (FSO) milik perseroan.

Memasuki kuartal II-2026, perseroan juga telah menuntaskan transaksi pembelian kapal Liquefied Natural Gas (LNG) pada 3 Juni 2026.

"Selanjutnya, pada kuartal ketiga perseroan memproyeksikan realisasi pembelian beberapa armada tambahan serta penyelesaian pembayaran uang muka atas kontrak pembangunan kapal baru," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (12/6/2026).

Untuk mendanai kebutuhan investasi tersebut, perseroan akan mengandalkan kombinasi arus kas internal dan fasilitas pinjaman dari lembaga perbankan.

Sejalan dengan strategi ekspansi, SHIP saat ini membidik berbagai armada potensial untuk diakuisisi dengan fokus utama pada kapal pengangkut gas. Ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi energi, khususnya sektor gas alam.

Meski demikian, penambahan armada tidak secara langsung meningkatkan pendapatan perseroan. Pasalnya, sebagian besar pendapatan SHIP telah terikat dalam kontrak time charter jangka panjang dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan (firm contract).

Karena itu, penambahan kapasitas angkut lebih ditujukan untuk memperluas kemampuan layanan dan menangkap peluang kontrak baru, sementara realisasi pendapatan tetap bergantung pada kebutuhan serta kesepakatan sewa dengan pelanggan.

Di sisi lain, SHIP mencatat peningkatan signifikan pada beban operasional. Hingga 31 Maret 2026, beban sewa kapal melonjak 157,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya penggunaan kapal milik pihak ketiga untuk memenuhi kontrak jangka pendek yang diperoleh perseroan.

"Beban sewa kapal bersifat tetap dengan tarif harian yang telah disepakati dalam kontrak. Oleh karena itu, perseroan memastikan durasi sewa yang dibayarkan kepada pihak ketiga sejalan dengan periode sewa yang ditagihkan kepada pelanggan," tutur manajemen.

Adapun kontrak jangka pendek tersebut sebagian berasal dari pelanggan eksisting. Untuk memenuhi kebutuhan layanan, SHIP melakukan perjanjian sewa armada dengan pihak ketiga yang kemudian dicatat sebagai beban sewa kapal.

Saat ini, porsi kontrak sewa jangka pendek perseroan mencapai sekitar 30 persen dari total kontrak yang dikelola. 

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement