Permintaan besar terhadap chip memori memicu kelangkaan pasokan, sehingga harga komponen utama untuk perangkat keras, server, penyimpanan data, hingga sistem teknologi informasi perusahaan terus meningkat.
Mengacu pada proyeksi Gartner, harga DRAM diperkirakan naik 125 persen secara tahunan pada 2026, sedangkan NAND berpotensi melonjak 234 persen. Tekanan harga tersebut diperkirakan baru mulai mereda pada akhir 2027.
Bagi MTDL dan MSTI, kondisi ini menjadi tantangan karena sebagian besar biaya pengadaan masih menggunakan dolar AS, sementara mayoritas pendapatan diperoleh dalam rupiah.
Dengan kurs dolar AS terhadap rupiah yang masih berada di sekitar Rp18.000 per USD, kemampuan perusahaan meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan menjadi semakin terbatas.
Akibatnya, margin laba kotor berpotensi tertekan, sementara pelanggan juga diperkirakan lebih berhati-hati dalam merealisasikan belanja modal karena harga perangkat keras yang semakin mahal.