Ia pun optimistis, jika perbaikan tersebut berjalan konsisten, arus dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar domestik.
“Kalau demikian, inflow akan balik lagi sih. Karena jujur secara ekonomi kita memang enggak sepantasnya di frontier market, misalnya. Jadi ini kendalanya lebih ke soal transparansi saja,” imbuh dia.
Sementara, berbeda dengan langkah UBS, Goldman Sachs, dan Nomura yang memangkas rekomendasi mereka untuk saham Indonesia, DBS mempertahankan rekomendasi overweight untuk pasar saham domestik.
Investor disarankan memanfaatkan koreksi harga untuk mengoleksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar dengan valuasi yang lebih menarik.
“Secara fundamental, pandangan kami terhadap Indonesia tetap positif, terutama untuk saham-saham berkapitalisasi besar,” kata DBS.