“Tekanan jual asing masih berpeluang terjadi, karena faktanya imbas update dari MSCI ini, banyak re-rating ulang dari berbagai institusi dunia, mulai dari Amerika Serikat (AS) hingga yang terbaru Jepang, yang menurunkan rating, nilai, maupun weighting Indonesia. Alhasil, kondisi ini akan menciptakan extra outflow lagi,” kata Douglas, Selasa (3/2).
Ia menambahkan, untuk indeks FTSE, hingga saat ini belum terlihat adanya perkembangan baru yang bersifat resmi, meski potensi perubahan tetap terbuka.
“Untuk FTSE, per sekarang sih belum ada update tambahan ya. Tapi melihat perubahan dari institusi lain, enggak heran kalau mendadak ada update juga,” tutur Douglas.
Meski demikian, Douglas menilai langkah komunikasi aktif yang dilakukan otoritas pasar menjadi sinyal positif ke depan.
“Perubahan baru di bursa kita, seperti free float 15 persen, kepemilikan di atas 1 persen dibuka, dan lain-lain, justru akan bikin positif lagi untuk re-rating atau upgrade,” ujarnya.