Saat ini, rasio price to earnings (P/E) IHSG maupun LQ45 masih berada di bawah rata-rata historisnya.
Menurut DBS, sambil menunggu ketidakpastian mereda dan fund aktif global kembali melirik Indonesia, investor tetap disarankan mempertahankan alokasi investasinya di pasar domestik.
Pandangan lainnya datang dari manajer portofolio Grasshopper Asset Management Daniel Tan yang menilai reaksi pasar belakangan ini tidak terasa berlebihan.
Ia memperkirakan ketidakpastian masih akan berlanjut hingga Mei, saat MSCI dijadwalkan melakukan peninjauan ulang terhadap aksesibilitas pasar Indonesia.
“Jika investor belum memiliki eksposur, mereka sebaiknya mengambil sikap menunggu dan melihat (wait and see) sebelum terlibat,” ujar Daniel, dikutip dari Reuters.