sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tekanan Makro Menguat, Saham Ritel Defensif Bisa Jadi Pilihan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
16/07/2026 06:39 WIB
Prospek sektor ritel Indonesia diperkirakan menghadapi tantangan yang lebih besar seiring perubahan kondisi makroekonomi.
Tekanan Makro Menguat, Saham Ritel Defensif Bisa Jadi Pilihan. (Foto: Magnific)
Tekanan Makro Menguat, Saham Ritel Defensif Bisa Jadi Pilihan. (Foto: Magnific)

Atas dasar itu, Sucor menurunkan asumsi pertumbuhan SSSG maupun ekspansi gerai di seluruh emiten yang berada dalam cakupan risetnya agar lebih mencerminkan prospek permintaan yang kini lebih berhati-hati.

Di sisi profitabilitas, tekanan diperkirakan datang secara bersamaan.

Pelemahan rupiah meningkatkan biaya pengadaan barang sekaligus memicu potensi kerugian selisih kurs.

Pada saat yang sama, kenaikan suku bunga memperbesar beban keuangan, sementara struktur biaya tetap membuat margin laba semakin mudah tergerus ketika pertumbuhan pendapatan melambat.

Menurut Christofer, tekanan tersebut paling besar dirasakan oleh emiten ritel diskresioner, seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) karena memiliki eksposur terhadap ketiga faktor tersebut sekaligus.

Sebaliknya, operator jaringan minimarket PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dinilai lebih defensif.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement