Meski demikian, Dian menegaskan Telkom akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas karena posisi infrastruktur serat optik merupakan aset jaringan paling krusial dalam ekosistem digital.
"Kalau misalnya tadi value-nya aset sekitar Rp80-90 triliun yang akan dipindahkan, itu kan lumayan besar. Kalau kita mau unlock, kemudian mau kita lepas 30 persen, itu lumayan besar dari sisi value. Mungkin memerlukan investor dari luar yang bisa berpartisipasi di situ," kata Dian.
Dengan InfraNexia, Telkom optimistis dapat memperkuat dominasinya di sektor infrastruktur digital sekaligus memberikan imbal hasil (dividend) yang lebih besar bagi para pemegang saham di masa depan.
(NIA DEVIYANA)