AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Tepatkah BUMN IPO Saat Pandemi Covid? Ini Analisis Ekonom UI

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Senin, 26 Juli 2021 17:22 WIB
Kementerian BUMN mendorong 14 BUMN untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2021.
Tepatkah BUMN IPO Saat Pandemi Covid? Ini Analisis Ekonom UI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mendorong 14 BUMN untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2021. Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah klaster.

Meski demikian, langkah IPO BUMN dalam rentang waktu 2021-2022 dinilai tidak tepat. Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, hambatan terbesar perseroan berada di perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional akibat penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. 

"Menurut saya rentang IPO yang ditawarkan pihak Kementerian BUMN atas beberapa BUMN dan anak BUMN adalah pada periode 2021-2022 . Menurut saya situasi sampai dengan kuartal III tahun ini masih berat karena dampak Covid yang masih sangat signifikan sehingga pemulihan ekonomi berjalan lambat," ujar Toto saat dimintai pendapatnya, Senin (26/7/2021). 

Di sisi lain, rencana melantai di pasar modal Indonesia juga dilakukan perusahaan unicorn seperti Bukalapak dan GoTo. Kedua perusahaan startup tersebut dipandang mampu menyedot dana investor. Dengan begitu, perhatian investor menjadi terbagi. 

Idealnya, kata Toto, go publik BUMN dilakukan pada kuartal I hingga kuartal II tahun depan. Pertimbangannya situasi makro ekonomi semakin membaik di tahun 2022. Dalam hitungannya, jika vaksinasi lebih merata pada kuartal III tahun dan dampak virus delta lebih bisa dikendalikan, maka recovery ekonomi akan berjalan lebih cepat di kuartal IV-2021. 

Selain itu, menghindarkan crowd out effect karena rencana IPO Bukalapak dan GoTo  di kuartal III dan kuartal IV  tahun ini. 

"Ya menurut saya sebaiknya IPO BUMN dilaksanakan di Q1 dan Q2 tahun 2022 saja . Pertimbangan situasi makro ekonominya sudah lebih membaik," tutur dia. 

Menteri BUMN, Erick Thohir, memang berencana membawa 14 perusahaan pelat merah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dari dokumen yang diperoleh, tercatat ada lima anak usaha PT Pertamina (Persero) yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO). Sementara PT Telkom Indonesia (Persero) akan mencatatkan saham dua anak usahanya.

Di klaster kesehatan, ada Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) juga akan melantai di pasar perdana Indonesia. Kemudian Indonesia Healthcare Corporation (IHC) atau PT Pertamina Bina Medika (Persero).

Tak hanya itu, ada BUMN sektor perbankan, pertanian, dan pertambangan. "Rencana IPO BUMN dan anak usaha," tulis dokumen tersebut, Selasa (27/4/2021). Adapun daftar BUMN dan anak Usaha yang melantai ke BEI diantaranya.

Anak Usaha Pertamina:

PT Pertamina International Shipping (Persero)

PT Pertamina Geothermal Energi (Persero)

PT Pertamina Hulu Energi (Persero)

PT Pembamgkut Listrik Tenaga Uap (Persero)

PT Pertamina Hilir (Persero)

Sektor Kesehatan:

PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)

Sektor Perbankan, Pertanian, dan Pertambangan:

PT EDC and Payment Gateway (Persero)

PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero)

PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero)

PT Telkom Data Center (Persero)

PT Inalum Operating (Persero)

PT MIND ID (Persero)

PT Logam Mulia (Persero). 

Untuk Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy akan melakukan IPO pada 2021 ini. Secara agregat aksi korporasi itu dilakukan hingga 2023 mendatang. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD