AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Tertekan Tarif Cukai Rokok Naik, Laba GGRM Turun hingga 39,5 Persen

MARKET NEWS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 08 September 2021 16:51 WIB
PT Gudang Garam Tbk (GBRM) melaporkan telah terjadi penurunan laba secara signifikan pada semester I-2021.
Tertekan Tarif Cukai Rokok Naik, Laba GGRM Turun hingga 39,5 Persen. (Foto:MNC Media)

IDXChannel - PT Gudang Garam Tbk (GBRM) melaporkan telah terjadi penurunan laba secara signifikan pada semester I-2021 sebesar 39,5 persen secara Year on Year. Perseroan mencatat nilai laba yang dihasilkan sampai pertengahan tahun ini hanya sebesar Rp3 triliun. 

Padahal, pada GGRM telah mendapatkan pertumbuhan pendapatan di tahun yang sama hingga 12,9% atau menjadi Rp60,6 triliun. Namun hal ini tidak dibarengi oleh kinerja laba bersih GGRM

Menurut Muhammad Faris, Analis Cipta Dana Sekuritas, pertumbuhan pendapatan GGRM ditopang oleh tingginya volume penjualan produk. Namun peningkatan penjualan tersebut masih tertekan harga pokok penjualan sebesar 20,1% secara tahunan.

Hal ini lah yang menurut Faris mengakibatkan laba operasional GGRM turun 45,3% menjadi Rp2,8 triliun. Saat ini GGRM juga masih menyesuaikan beberapa produk dengan standar minimun harga eceran.

Emiten ini masih tertekan kenaikan cukai secara rata-rata sejak tahun 2021. Untuk itu GGRM juga akan menaikan harga jual produk 7,5% secara Year to Date.

Kenaikan harga tersebut terjadi pada produk rokok dengan kualitas premiun. Namun kedepan, hal ini justru berdampak pada volume penjualan rokok yang tertekan. 

Emiten ini juga mencatatkan peningkatan penjualan untuk jenis Sigaret Kretek Mesin atau SKM. 

Penjualan rokok kretek mesin tumbuh Rp55,614 miliar atau naik 14,16%. Namun, penjualan rokok kretek tangan yang menurun 0,09 persen menjadi Rp4,213 triliun. (TYO) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD