AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

The Fed Bakal Menaikkan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Bursa Asia dan Domestik

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 27 Januari 2022 09:11 WIB
Sejumlah rencana aksi jelang kenaikan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor global dan domestik.
Sejumlah rencana aksi jelang kenaikan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor global dan domestik.
Sejumlah rencana aksi jelang kenaikan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor global dan domestik.

IDXChannel - Sejumlah rencana aksi jelang kenaikan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor global dan domestik.

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani mengatakan, sudah diekspektasikan bahwa akan terjadi kenaikkan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

"Tapi yang menjadi perhatian lagi adalah ekspektasi dari para bond traders yang mengatakan bahwa The Fed berkeyakinan menaikkan suku bunga sebesar 4 kali," katanya dalam Power Breakfast IDX, Kamis (27/1/2022).

Selain itu, ekspektasi akan terjadinya bahwa pengurangan balance The Fed yang sekarang mencapai USD 9 triliun, membawa volatilitas ke market mereka dan berimbas ke market Asia.

Dampak yang akan ditimbulkan ke bursa domestik, menurut Hendriko, tak begitu saja bisa membuat goyah pergerakan. Ada perbedaan yang cukup signifikan antara bursa domestik dan AS.

"Kalo Amerika sana saat ini sudah mengalami inflasi yang tinggi, Indonesia inflasi cenderung tidak terlalu tinggi, ini yang menjadi pembeda antara Amerika dengan kita dan juga sebenernya kita baru saja dalam fase recovery," jelasnya.

Seandainya terjadi kenaikan suku bunga, kata Hendriko, akan terjadi short volatility pastinya ke IHSG dan kemungkinan akan ada koreksi dalam jangka pendek.

Jika The Fed benar menaikkan suku bunga, Hendriko yakin bahwa negara lain juga mengikuti. Tapi ada berita bahwa China tidak akan menaikkan suku bunga malah berniat menurunkannya.

"Jadi yang kita lihat bukan suku bunganya aja ya, tapi dari inflasinya karena akan mempengaruhi real interest ratenya, jadi kalau memang kita bisa jaga inflasi kita dan tidak menaikkan suku bunga membuat negara kita menarik," kata Hendriko.

Saat ini inflasi Indonesia masih cukup terjaga dan tinggal memantau dua bulan kedepan ini.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD