AALI
9625
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
790
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
825
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
2940
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
735
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1570
AKRA
1065
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.60
-0.9%
-4.87
IHSG
6966.65
-0.7%
-49.41
LQ45
1001.87
-0.88%
-8.87
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

The Fed Naikkan Suku Bunga, Alarm Untuk Rupiah?

MARKET NEWS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 15:45 WIB
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin berdampak besar bagi mata uang banyak negara. Apakah kebijakan ini akan memukul rupiah? 
The Fed Naikkan Suku Bunga, Alarm Untuk Rupiah? (FOTO: MNC Media)
The Fed Naikkan Suku Bunga, Alarm Untuk Rupiah? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin berdampak besar bagi mata uang banyak negara. Apakah kebijakan ini akan memukul rupiah

Pengamat Ekonomi dan Pasar Modal Yanuar Rizky menyatakan pengaruh kebijakan The Fed menaikkan suku bunga masih berdampak minor terhadap rupiah. 

Menurutnya overlikuiditas Amerika Serikat ada di Surat Utang Negara, jadi residence di Amerika Serikat lebih banyak mengeksekusi krypto dibanding di saham dan surat utang sampai sejauh ini.

"Jadi karena rupiah banyak masuk melalui SUN sedangkan SUN tidak ada apa-apa maka rupiah belum berdampak" jelasnya kepada MPI, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya saat ini mengambil surat utang negara lebih menarik dibanding melepas saham dan menyimpan uang ke bank karena suku bunga surat utang lebih tinggi dibanding menyimpan uang di The Fed yang suku bunganya relatif naik. 

“Kecuali jika nanti suku bunga The Fed naik secara tajam maka tentu rupiah akan terancam" jelasnya. 

Namun sejauh ini karena surat utang negara tidak merosot maka efek naiknya suku bunga The Fed masih minor. 

"Dan inflasi kita lebih banyak menjaga nilai tukar, jadi selama yield masih oke masih belum berdampak terhadap rupiah" tutupnya. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD