AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Rupiah Hampir Sentuh Rp15.000 per Dolar AS, Ini Sejumlah Emiten yang Kena Getahnya

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 07:37 WIB
Pelemahan rupiah memberi dampak secara langsung terhadap sejumlah emiten di pasar modal.
Rupiah Hampir Sentuh Rp15.000 per Dolar AS, Ini Sejumlah Emiten yang Kena Getahnya (FOTO:MNC Media)
Rupiah Hampir Sentuh Rp15.000 per Dolar AS, Ini Sejumlah Emiten yang Kena Getahnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang rupiah semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Lonjakan permintaan atas USD meningkat menyusul kebijakan suku bunga agresif dari bank sentral AS demi menahan gejolak inflasi.

Data Bloomberg pada penutupan perdagangan, Rabu (22/6/2022) mata uang Garuda melemah 0,34 persen di Rp14.862 per dolar AS, sedangkan indeks dolar AS terlihat berada di area 104,18.

Pelemahan rupiah memberi dampak secara langsung terhadap sejumlah emiten di pasar modal. Perusahaan yang memiliki kebutuhan atas dolar akan terimbas menyusul aktivitas impor bahan baku.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (22/6/2022), nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD18,61 miliar pada Mei 2022, atau turun 5,81% (mom) dibanding April 2022 yang mencapai USD19,75 miliar.

Dari segmen migas, impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas, masing-masing menurun. Total impor migas RI per Mei 2022 mencapai USD14,23 miliar atau turun 12,07 persen mom, begitu pula impor non-migas yang juga turun 4,31 persen menjadi USD15,25 miliar.

Tiga barang yang paling besar diimpor adalah mesin/peralatan mekanis, mesin elektrik, hingga besi dan baja. Sedangkan berdasarkan golongan penggunaan barang, segmen impor bahan baku menjadi yang terbesar, disusul barang modal, dan barang konsumsi.

Data BPS ini menunjukkan aktivitas impor bahan baku perusahaan masih berlangsung yang sebagian besar digunakan untuk sektor konsumsi maupun farmasi.

Beberapa emiten yang berasal dari sektor konsumsi antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Eraja Swasembada Tbk (ERAA), hingga PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

Selanjutnya dari sektor farmasi terdapat PT Indofarma Tbk (INAF), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), hingga PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD