AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat

MARKET NEWS
Rina Anggraeni
Kamis, 18 Maret 2021 09:20 WIB
Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi menguat, salah satu faktornya efek dari The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga.
The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat (FOTO: MNC Media)
The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi menguat, salah satu faktornya efek dari penegasan Federal Reserve System (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang tetap mempertahankan suku bunga rendah dan program pembelian obligasi untuk menstimulus ekonomi AS.

Pengamat Pasar Keuangan  Ariston Tjendra mengatakan pada press conference yang diadakan dinihari tadi, the Fed mengcounter isu mengenai kenaikan suku bunga acuan tahun ini. The Fed memproyeksikan pertumbuhan PDB AS tahun ini sebesar 6,5% dan inflasi AS sebesar 2,2%. 

" Tapi the Fed tidak akan terburu-buru memperketat kebijakan moneternya. Mungkin tahun 2023, kebijakannya baru diubah," kata Ariston di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Pagi ini juga terlihat Minat pasar terhadap aset berisiko meninggi karena sikap the Fed ini. Indeks saham Asia dibuka menguat.

Tapi di sisi lain, yield obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang yang terus naik bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ini. Kemarin yield tenor 10 tahun sempat menyentuh kisaran 1,68%, level tertinggi sejak Januari 2020. Saat ini sudah terkoreksi di kisaran 1,63% tapi masih di level tinggi. Dollar menguat karena yield ini.

"Potensi kisaran USDIDR hari ini di 14380-14465," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD