AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Tingginya Proyeksi OPEC, Picu Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke USD67,80 per Barel

MARKET NEWS
Michelle Natalia
Jum'at, 03 September 2021 09:33 WIB
Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada bulan Agustus turun USD4,37 per barel dari bulan sebelumnya.
Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada bulan Agustus turun USD4,37 per barel (ilustrasi)
Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada bulan Agustus turun USD4,37 per barel (ilustrasi)

IDXChannel - Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada bulan Agustus turun USD4,37 per barel dari bulan sebelumnya. Harga minyak mentah Indonesia ditetapkan sebesar USD67,80 per barel. 

Penurunan ini terjadi karena dipicu oleh tingginya proyeksi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang mana produksi minyak dari 24 ribu barel per hari menjadi 64 juta barel per hari di sepanjang tahun ini. 

"Pasokan minyak diproyeksi naik baik dari OPEC maupun Internasional Energy Agency (IEA). Faktor ini cukup punya pengaruh kuat dalam pergerakan ICP bulan Agustus," jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Jumat (3/9/2021)

Agung mengungkapkan laporan IEA mencatat adanya peningkatan pasokan minyak dunia di bulan Juli 2021 sebesar 1,7 juta barel per hari menjadi 96,7 juta barel per hari. "Ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Faktor lainnya berupa penurunan tingkat pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikat sebesar -0,3% dibanding perkiraan bulan sebelumnya menjadi 6,1%. Selain itu, berdasarkan laporan EIA terjadi tren peningkatan stok distillate di Amerika Serikat sebesar 600 ribu barel dibanding periode yang sama pada bulan sebelumnya, menjadi 138,5 juta barel.

Tim Harga Minyak Mentah Indonesia menyoroti penyebab penurunan ICP dari geopolitik di kawasan Asia Pasifik. Dua penyebab utama adalah, India sebesar 200 ribu barel per hari atau 5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan level terendah dalam 8 bulan terakhir yang disebabkan oleh perbaikan berkala kilang dan dampak penyebaran Covid-19 varian Delta.

Penyebab lainnya adalah penurunan pertumbuhan GDP di China menjadi sebesar 7,9% pada kuartal 2 tahun 2021, lebih rendah dibandingkan kuartal 1 tahun 2021 sebesar 18,3% dan untuk proyeksi tahun 2022 terdapat penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar -0,3% menjadi 6%.

Selengkapnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2021 dibandingkan bulan Juli 2021 mengalami penurunan menjadi sebagai berikut:

- Dated Brent turun sebesar USD4,22 per barel dari USD75,03 per barel menjadi USD70,81 per barel.

- WTI (Nymex) turun sebesar USD4,72/per barel dari USD72,43 per barel menjadi USD67,71 per barel.

- Basket OPEC turun sebesar USD3,25 per barel dari USD73,53 per barel menjadi USD70,28 per barel.

- Brent (ICE) turun sebesar USD3,78 per barel dari USD74,29 per barel menjadi USD70,51 per barel.(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD