Andre menjelaskan bahwa strategi bisnis TPIA kini lebih berpijak pada fondasi infrastruktur regional, di mana fokus utama terletak pada keberhasilan integrasi kilang Aster (sebelumnya Shell Energy & Chemicals Park) yang diakuisisi pada April 2025, serta jaringan bahan bakar ritel merek Esso di Singapura yang diakuisisi dari ExxonMobil pada Januari 2026.
"Kami bekerja keras untuk memastikan kelancaran dari proses penyelesaian transaksi yang kompleks bersama Shell, CPSC, dan ExxonMobil berjalan lancar," ujar Andre.
Akuisisi ini, bersama dengan unit infrastruktur Grup, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), serta pusat layanan bersama yang baru beroperasi, Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), kini memberikan pendapatan berulang (recurring income) dan efisiensi operasional yang diperlukan untuk menghadapi volatilitas pasar global.
Berbeda dengan pemain regional lainnya, Chandra Asri Group diklaim Andre mampu memanfaatkan kemitraan strategis dengan Glencore, salah satu pedagang komoditas global dan produsen sumber daya alam terdiversifikasi terkemuka dunia, untuk mendiversifikasi bahan baku (feedstock).
Di saat kompetitor seringkali terbatas oleh jalur pasokan tradisional, Grup menunjukkan ketangkasan dengan secara aktif mencari dan menguji minyak mentah (crude) dari Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika Barat, dan Asia Tenggara.
Seperti terkait gangguan geopolitik, terutama risiko eskalasi di Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz, yang secara historis menciptakan kecemasan dalam rantai pasok.