Hal ini, dikatakan Andre, telah memposisikan Grup untuk melanjutkan proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai USD800 juta bekerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan Danantara, yang kini telah mencapai progres 60 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 mendatang.
Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit per triwulan I-2026, struktur modal TPIA tercermin kuat berdasarkan data current ratio sebesar 3,09x, EBITDA coverage 4,01x, dan Long Term Debt to Equity sebesar 1,1x.
"Posisi ini memberikan bantalan fiskal yang kuat untuk menavigasi siklus pasar sambil terus mengejar ekspansi regional. Selain itu, cadangan ini juga mencakup pinjaman terkait keberlanjutan (sustainability-linked loan) senilai USD1 miliar yang diperoleh pada September 2025, yang merupakan pinjaman perdana dari jenisnya dalam sektor ini untuk mendukung modal kerja dan inisiatif peremajaan aset Aster," ujar Andre.
(taufan sukma)