Dalam skenario bullish, BRI Danareksa menilai jika ADMR mampu menembus dan ditutup di atas level 2.100, maka peluang kenaikan menuju 2.300 akan semakin terbuka, sekaligus mengonfirmasi kelanjutan tren naik dalam jangka pendek hingga menengah.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mendaki 3,06 persen ke Rp2.360 per unit, mencatatkan kenaikan 30,39 persen YtD.
Sementara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkerek 3,07 persen ke Rp9.225 per unit. Saham AADI melambung 32,26 persen sejak awal 2026.
Sebelumnya, analis Maybank Sekuritas Indonesia Hasan Barakwan memperkirakan, dikutip Dow Jones Newswires, AADI akan membukukan laba yang stabil sebesar USD757 juta pada tahun fiskal 2025, ditopang oleh peningkatan produksi batu bara serta pengendalian biaya yang disiplin.
Menurut Hasan, perseroan memiliki eksposur yang relatif jarang ditemui, yakni pada bisnis batu bara termal yang terintegrasi secara vertikal, dengan biaya kas kuartil pertama serta tanpa beban belanja modal energi hijau yang menekan kinerja.