Selain itu, Adaro Andalan juga berpotensi memperoleh tambahan pertumbuhan dari pengembangan tambang Pari dan Ratah di Indonesia.
Atas dasar tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dan target harga Rp10.000 per saham.
Sementara itu, DBS Group Research menilai saham sektor energi Indonesia masih memiliki ruang kenaikan pada 2026.
Namun, analis DBS Group Research William Simadiputra menekankan, dikutip Dow Jones Newswires, pentingnya selektivitas setelah kinerja sektor ini relatif kuat sepanjang tahun lalu.
William menyebutkan bahwa meski valuasi saham energi masih tergolong wajar, ia lebih memilih perusahaan dengan visibilitas laba yang lebih jelas menuju 2026, mengingat sifat sektor ini yang siklikal.