sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trio Saham ADRO, ADMR, dan AADI Kompak Melesat

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/02/2026 10:40 WIB
Saham emiten energi dan tambang yang terafiliasi dengan konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir menguat pada Rabu (25/2/2026).
Trio Saham ADRO, ADMR, dan AADI Kompak Melesat. (Foto: Adaro)
Trio Saham ADRO, ADMR, dan AADI Kompak Melesat. (Foto: Adaro)

IDXChannel – Saham emiten energi dan tambang yang terafiliasi dengan konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir menguat pada Rabu (25/2/2026).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.30 WIB, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) meningkat 5,94 persen ke Rp2.140 per unit. Sejak awal 2026 (YtD), saham ADMR meningkat 37,18 persen.

ADMR menunjukkan tanda-tanda pemulihan secara teknikal setelah berhasil membentuk pola higher low di area 1.760.

Pergerakan ini dinilai sebagai sinyal awal meredanya tekanan jual dan kembalinya minat beli ke saham tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, pada Rabu (25/2/2026), menyebutkan bahwa struktur harga ADMR mulai kembali memasuki fase naik dan saat ini tengah menguji area resistance penting.

Secara teknikal, level support kunci berada di 1.760, dengan support lanjutan di 1.685.

Sementara itu, resistance terdekat terpantau di area 2.100 dan resistance berikutnya di 2.300.

Keberhasilan harga membentuk higher low mengindikasikan struktur tren yang lebih sehat dibandingkan fase pelemahan sebelumnya.

Dari sisi indikator, MACD menunjukkan perbaikan momentum dengan histogram yang mulai bergerak ke zona positif.

Hal ini memperkuat indikasi adanya potensi lanjutan penguatan apabila didukung oleh peningkatan volume dan sentimen pasar.

Dalam skenario bullish, BRI Danareksa menilai jika ADMR mampu menembus dan ditutup di atas level 2.100, maka peluang kenaikan menuju 2.300 akan semakin terbuka, sekaligus mengonfirmasi kelanjutan tren naik dalam jangka pendek hingga menengah.

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mendaki 3,06 persen ke Rp2.360 per unit, mencatatkan kenaikan 30,39 persen YtD.

Sementara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkerek 3,07 persen ke Rp9.225 per unit. Saham AADI melambung 32,26 persen sejak awal 2026.

Sebelumnya, analis Maybank Sekuritas Indonesia Hasan Barakwan memperkirakan, dikutip Dow Jones Newswires, AADI akan membukukan laba yang stabil sebesar USD757 juta pada tahun fiskal 2025, ditopang oleh peningkatan produksi batu bara serta pengendalian biaya yang disiplin.

Menurut Hasan, perseroan memiliki eksposur yang relatif jarang ditemui, yakni pada bisnis batu bara termal yang terintegrasi secara vertikal, dengan biaya kas kuartil pertama serta tanpa beban belanja modal energi hijau yang menekan kinerja.

Selain itu, Adaro Andalan juga berpotensi memperoleh tambahan pertumbuhan dari pengembangan tambang Pari dan Ratah di Indonesia.

Atas dasar tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dan target harga Rp10.000 per saham.

Sementara itu, DBS Group Research menilai saham sektor energi Indonesia masih memiliki ruang kenaikan pada 2026.

Namun, analis DBS Group Research William Simadiputra menekankan, dikutip Dow Jones Newswires, pentingnya selektivitas setelah kinerja sektor ini relatif kuat sepanjang tahun lalu.

William menyebutkan bahwa meski valuasi saham energi masih tergolong wajar, ia lebih memilih perusahaan dengan visibilitas laba yang lebih jelas menuju 2026, mengingat sifat sektor ini yang siklikal.

Ia juga menyoroti rencana Indonesia untuk meningkatkan cadangan strategis nasional minyak dan gas (migas).

Kebijakan tersebut, menurutnya, akan menempatkan penekanan lebih besar pada produksi energi domestik serta kebutuhan terhadap logistik dan infrastruktur pendukung.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa agenda “kedaulatan energi” tersebut juga akan mendukung ekspansi energi terbarukan serta mendorong arus investasi asing langsung (FDI).

Dalam daftar pilihannya, William memasukkan ADRO sebagai salah satu saham unggulan. ADRO dinilai menjadi bagian dari perusahaan yang mendukung dorongan Indonesia terhadap pengembangan energi terbarukan.

Selain ADRO, ia juga menjagokan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang berpotensi diuntungkan dari peningkatan FDI, PT serta Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang turut mendukung ekspansi energi terbarukan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement