Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pelaksanaan buyback diperkirakan tidak memengaruhi pendapatan maupun laba tahun berjalan yang tetap sebesar Rp17,23 miliar.
Namun, jumlah saham beredar diproyeksikan berkurang dari 3.093.211.331 saham menjadi 2.999.211.331 saham. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan laba per saham (earning per share/EPS) dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.
"Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi yang telah kami jalankan. Hal ini tercermin dari kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan penjualan double digit, didominasi oleh pasar ekspor yang tumbuh 17 persen secara tahunan di tengah berbagai dinamika global," ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Selain buyback, TRIS juga mengakuisisi 75 persen saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar melalui mekanisme kompensasi pemotongan piutang (set off) dari PT Inti Nusa Damai, yang merupakan pihak afiliasi Perseroan.
Nilai transaksi tersebut setara 2,38 persen dari ekuitas Perseroan sehingga tidak tergolong sebagai transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).