AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Tumbuh Tipis, Puradelta Lestari (DMAS) Cetak Laba Rp1,35 T di 2020

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 31 Maret 2021 15:24 WIB
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,35 triliun di tahun 2020, tumbuh 1,0 persen dibandingkan laba bersih pada tahun 2019.
Tumbuh Tipis, Puradelta Lestari (DMAS) Cetak Laba Rp1,35 T di 2020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,35 triliun di tahun 2020, tumbuh 1,0 persen dibandingkan laba bersih pada tahun 2019 sebesar Rp1,33 triliun.

Dari segi pendapatan usaha, emiten berkode saham DMAS memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp2,63 triliun di tahun 2020, relatif stabil dibandingkan dengan pendapatan usaha di tahun 2019 sebesar Rp2,65 triliun.

Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan bahwa Perseroan berhasil memanfaatkan peluang-peluang permintaan lahan industri yang ada sepanjang tahun 2020. 

“Perseroan meraih pendapatan usaha dan laba bersih yang mantap untuk tahun 2020, di mana 94,1% porsi pendapatan usaha tersebut dikontribusi oleh penjualan lahan industri. Di tahun 2020 sendiri, kami meraih marketing sales sebesar Rp2,39 triliun, sekitar 19% lebih tinggi dibandingkan target kami sebesar Rp2 triliun. Sebagian dari marketing sales tersebut telah dicatatkan sebagai pendapatan usaha di tahun 2020, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan,” kata Tondy Suwanto, dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (31/3/2021).

Pendapatan usaha Perseroan di tahun 2020 didominasi oleh segmen industri, dimana kontribusi dari segmen industri mencapai Rp2,48 triliun atau 94,1% dari total pendapatan. Segmen usaha lain seperti segmen komersial, hunian, hotel, dan sewa, menyumbang masing-masing sebesar 3,0%, 2,1%, 0,5%, dan 0,3% terhadap total pendapatan usaha tahun 2020.

Kemudian, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp1,62 triliun di tahun 2020, tumbuh 8,9% dibandingkan laba kotor tahun 2019 sebesar Rp1,48 triliun. Marjin laba kotor meningkat dari 56,0% di tahun 2019 menjadi 61,4% di tahun 2020.

Meningkatnya marjin laba kotor terutama disebabkan meningkatnya harga jual rata-rata lahan industri di tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD