IDXChannel - Pendapatan PT Jababeka Tbk (“KIJA”) di semester I 2021 dibukukan sebesar Rp 1.116,5 miliar , dimana ada penurunan 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.
Dikutip dari Keterbukaan Informasi, Pilar Land Development & Property Perseroan mengalami penurunan pendapatan sebesar 34% menjadi Rp 436,3 miliar di semester 1 2021, dari Rp 663,1 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan produk industri, yang meliputi tanah matang dan tanah dengan bangunan pabrik, masing-masing dari Rp 528,9 miliar dan Rp 30,8 miliar pada semester 1 2020 menjadi masing-masing Rp 217,5 miliar dan Rp 19,1 miliar pada semester 1 2021.
Sebagai tambahan, penjualan tanah matang dari Cikarang dan Kendal masing-masing sebesar Rp 31,6 miliar dan Rp 495,4 miliar pada semester 1 2020 dibandingkan dengan Rp 37,8 miliar dan Rp 185,2 miliar pada semester 1 2021.
Pendapatan Pilar Infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp 630,4 miliar pada semester pertama tahun
2021, dibandingkan Rp 548,1 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Semua segmen infrastruktur
mengalami peningkatan pada semester 1 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020
dengan Bekasi Power sebagai kontributor utama peningkatan ini, yang mengalami peningkatan
pendapatan sebesar Rp 53,8 miliar karena pembangkit listrik beroperasi lebih banyak di semester 1 2021
dibandingkan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, terjadi peningkatan volume peti kemas yang ditangani di dry port, naik 17% dari 31.506 TEU
di semester 1 2020 menjadi 36.717 TEU di semester 1 2021. Selain itu, penyediaan volume air bersih dari
layanan infrastruktur Perseroan mengalami peningkatan sebesar 5% dari 6,6 juta meter kubik pada
semester 1 2020 menjadi 6,9 juta meter kubik pada semester 1 2021, sedangkan volume pengolahan air
limbah menurun sebesar 2% pada periode yang sama, namun menunjukkan trend positif.
Pilar Leisure & Hospitality membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 49,7 miliar pada semester
pertama 2021, dari Rp 40,3 miliar di tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan terutama hasil dari
kinerja subsegmen golf dan pariwisata. Segmen golf berkontribusi 65% terhadap total pendapatan pilar
Leisure & Hospitality di semester pertama tahun 2021.
Pendapatan berulang yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur sebesar 56% dari total pendapatan pada
semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan 44% pada semester pertama tahun 2020. Kontribusi
yang lebih tinggi ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari pilar Land Development &
Property pada semester 1 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba kotor Perseroan turun 12% menjadi Rp 435,9 miliar di semester pertama tahun 2021, sejalan dengan
penurunan pendapatan. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi Perseroan untuk paruh
pertama tahun 2021 tercatat sebesar 39%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 40% pada semester
1 2020.
KIJA membukukan rugi bersih sebesar Rp 105,6 miliar pada semester pertama tahun 2021 dibandingkan
rugi bersih sebesar Rp 12,4 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Penyebab utama kerugian ini
disebabkan oleh pergerakan selisih kurs dimana Perseroan membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 112,5 miliar pada semester 1 2021 dibandingkan rugi selisih kurs sebesar Rp 66,1 miliar di periode yang sama tahun 2020.
EBITDA Perseroan pada semester pertama tahun 2021 tercatat sebesar Rp 330,5 miliar, turun 12%
dibandingkan Rp 375,2 miliar pada semester 1 2020, sebagian besar sejalan dengan penurunan
pendapatan dan laba kotor. Dalam hal penjualan real estat secara marketing, Perseroan mencatat Rp 526,0 miliar pada semester I 2021, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp 255,5 miliar pada semester 1 2020.
Marketing sales dari Cikarang menyumbang 74%, Kendal dan lain-lain 26%. Penjualan dari produk industri (tanah dan tanah dengan standar bangunan pabrik) memberikan kontribusi sebesar 73%, sedangkan segmen residensial/komersial dan lainnya memberikan kontribusi sisanya sebesar 27%.
(IND)