Vaksin Covid-19 Ini Dinyatakan Aman Bagi Manusia, Saham Moderna Melonjak

Market News
Shifa Nurhaliza
Selasa, 19 Mei 2020 15:15 WIB
Vaksin eksperimental Covid-19 dari Moderna Inc dinyatakan aman bagi manusia dan telah dibuktikan melalui sekelompok kecil sukarelawan sehat.
Vaksin Covid-19 Ini Dinyatakan Aman Bagi Manusia, Saham Moderna Melonjak. (Foto: Ist)

IDXChannel - Vaksin eksperimental Covid-19 dari Moderna Inc, yang pertama kali diuji di Amerika Serikat menghasilkan vaksin yang aman bagi manusia dan telah dibuktikan melalui sekelompok kecil sukarelawan sehat, menurut data awal yang dirilis oleh perusahaan biotek tersebut pada Senin, (18/5/2020).

Vaksin Moderna merupakan salah satu dari 100 lebih vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. “Data sementara fase pertama uji coba ini, menunjukkan bahwa vaksinasi dengan mRNA-1273 memunculkan respons kekebalan dari ukuran yang disebabkan oleh infeksi alami,” tegas Kepala Petugas Medis Moderna, Tal Zaks, seperti dikutip channelnewsasia, pada Selasa (19/5/2020).

Ditambahkan Zaks, data ini memperkuat keyakinan kami bahwa mRNA-1273 memiliki potensi untuk mencegah penyakit Covid-19 dan memajukan kemampuan kami untuk memilih dosis untuk uji coba penting.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyambut berita itu dengan gembira. Dia memuji temuan Moderna ini sebagai hasil yang luar biasa. “Dan hasilnya sangat bagus. Jadi saya sangat senang dan pasar (perdagangan saham) pun meningkat sangat besar,” ucapnya.

Dengan beredarnya berita itu, saham Moderna meningkat sebesar 20% pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2020) di New York. Melansir channelnewsasia.com, saham Moderna kemudian turun 1,6% dalam perdagangan yang diperpanjang setelah perusahaan berencana menjual USD1,25 miliar dalam bentuk saham biasa untuk mengumpulkan uang untuk pengembangan dan pembuatan vaksin.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada April memasang taruhan besar pada Moderna, mendukung vaksinnya dengan USD 483 juta dari Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA), bagian dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS).

Perusahaan mengatakan bahwa hibah tersebut akan memungkinkannya untuk memasok jutaan dosis per bulan pada 2020 dan dengan investasi lebih lanjut, maka perusahaan akan memperoleh puluhan juta per bulan pada 2021 jika vaksin terbukti berhasil.

"Kami berinvestasi untuk meningkatkan produksi sehingga kami dapat memaksimalkan jumlah dosis yang dapat kami hasilkan untuk membantu melindungi sebanyak mungkin orang dari SARS-CoV-2," kata Kepala Eksekutif Moderna Stéphane Bancel. 

Sedangkan pada Mei, ungkap Zaks, Moderna mencapai kolaborasi strategis 10 tahun dengan Lonza Group yang seiring waktu akan memungkinkan perusahaan untuk membuat hingga 1 miliar 50 mcg dosis pada akhir 2021.

Perusahaan sedang menyusun rencana untuk menyediakan vaksin ke negara-negara di luar Amerika Serikat, kata Zaks. "AS siap menjadi penerima manfaat pertama dari vaksin ini. Dan perusahaan percaya bahwa ia memiliki kewajiban etis untuk membuat vaksin ini tersedia bagi siapa pun yang membutuhkannya secara global,” tandasnya

Moderna mengatakan akan memulai uji coba tahap akhir yang lebih besar, atau Fase III, pada Juli. Dan para ahli memperkirakan bahwa vaksin yang aman dan efektif dapat memakan waktu 12 hingga 18 bulan sejak awal pengembangannya yakni sejak Januari. (*)

Baca Juga