sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/06/2026 06:48 WIB
Kontribusi pasien swasta terus meningkat dan mulai mengimbangi tekanan yang masih muncul dari kebijakan rujukan BPJS.
Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik. (Foto: Magnific)
Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Prospek sektor rumah sakit dinilai masih menjanjikan pada 2026 seiring meningkatnya jumlah pasien, bertambahnya kasus medis yang lebih kompleks, serta semakin luasnya pengembangan layanan unggulan atau Center of Excellence (CoE) oleh operator rumah sakit swasta.

Analis Bahana Sekuritas Arvin Lienardi dalam riset yang terbit pada 5 Juni 2026 menilai peningkatan kompleksitas layanan kesehatan menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan pendapatan industri.

Di saat yang sama, kontribusi pasien swasta terus meningkat dan mulai mengimbangi tekanan yang masih muncul dari kebijakan rujukan BPJS.

Kondisi industri asuransi kesehatan juga menunjukkan perbaikan. Rasio klaim perusahaan asuransi besar turun menjadi sekitar 74 persen pada 2026 dari 76 persen pada tahun sebelumnya.

Selain itu, penerapan skema co-payment dinilai berpotensi memperluas penetrasi asuransi kesehatan swasta sekaligus mendukung keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Bahana memperkirakan pendapatan emiten rumah sakit tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, sementara EBITDA diproyeksikan meningkat 9 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan volume pasien dan peningkatan intensitas pendapatan per pasien.

Kinerja industri pada awal tahun juga terbilang solid. Pada kuartal I-2026, seluruh operator rumah sakit besar mencatat pertumbuhan pendapatan positif. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 8 persen, disusul PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebesar 7 persen dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sebesar 5 persen.

HEAL mencatat pertumbuhan volume pasien paling tinggi, didukung ekspansi jaringan rumah sakit dan peningkatan rujukan BPJS. Sementara itu, MIKA mencatat pertumbuhan pendapatan per pasien yang lebih kuat berkat meningkatnya porsi kasus medis kompleks yang ditangani.

Memasuki kuartal II-2026, Bahana memperkirakan tren jumlah pasien masih relatif stabil meski terdapat banyak hari libur. Peningkatan pendapatan per pasien diperkirakan tetap berlanjut di MIKA dan SILO seiring semakin dalamnya penetrasi layanan CoE.

Dari sisi regulasi, Bahana menilai perubahan kebijakan pemerintah tidak akan memberikan gangguan berarti terhadap sektor kesehatan. Beberapa kebijakan baru justru dinilai dapat mendorong adopsi layanan kesehatan yang lebih maju di Indonesia.

Meski demikian, risiko tetap perlu dicermati. Kenaikan harga alat kesehatan, termasuk jarum suntik yang meningkat lebih dari 10 persen, serta kenaikan biaya obat-obatan di atas 5 persen berpotensi menekan margin operasional, terutama pada segmen pasien BPJS.

Dengan prospek pertumbuhan yang tetap terjaga dan risiko regulasi yang relatif terbatas, Bahana Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor kesehatan menjadi overweight dari sebelumnya netral.

“Risiko relatif terbatas di tengah valuasi yang sudah terdiskon dalam,” kata Bahana.

Bahana tetap menjagokan MIKA sebagai pilihan utama berkat potensi pertumbuhan dari transformasi CoE dan pembukaan rumah sakit baru di BSD serta Malang. Selain itu, Bahana juga menaikkan rekomendasi HEAL menjadi buy dari sebelumnya hold. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement