Menurut Rickie, kinerja kuartal III masih terdampak kondisi penyesuaian pasar atas situasi geopolitik global yang berpengaruh terhadap harga dan tingkat permintaan batu bara sebagai komoditas kargo utama yang diangkut Hasnur
serta faktor cuaca yang berpengaruh terhadap produktivitas armada.
Hingga September 2025, perseroan mengangkut kargo sebanyak 7,69 juta metrik ton. Angka ini merefleksikan adanya penyesuaian strategi volume di tengah perubahan permintaan pasar.
"Perseroan optimistis dengan prospek bisnis pengangkutan komoditas batu bara ke depan, melihat tren pemulihan harga batu bara di akhir 2025 dan diharapkan tren pemulihan harga batu bara terus berlanjut pada tahun depan," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)