“Investor akan menyambut data ini sebagai bukti lanjutan kemajuan disinflasi, tetapi The Fed tetap berada dalam mode menunggu dan melihat (wait and see),” ujarnya dikutip dari The Barrons.
Schulze menambahkan, rilis CPI ini meningkatkan peluang dukungan kebijakan moneter tambahan pada 2026, seiring kondisi inflasi yang semakin terkendali.
Respons awal pasar terhadap data inflasi sempat positif, ditandai dengan lonjakan kontrak berjangka saham dan penurunan yield obligasi. Namun, pergerakan tersebut berbalik arah setelah pelaku pasar mencermati detail data secara lebih mendalam.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Strategi Ekonomi Morgan Stanley Wealth Management, Ellen Zentner yang menilai tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.
“Inflasi memang tidak memanas kembali, tetapi masih berada di atas target. Sementara data keterjangkauan perumahan belum membaik,” katanya.