Saham Meta Platforms dan Alphabet masing-masing turun 3,2 persen dan 2 persen sehingga menekan indeks layanan komunikasi. Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia juga turun hampir 2 persen.
Organisasi OECD memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya lebih kuat. Penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong inflasi naik tajam.
Bank sentral kini berada dalam posisi sulit terkait suku bunga, karena pelaku pasar tidak lagi memperkirakan adanya pelonggaran dari Federal Reserve tahun ini. Sebelumnya, dua kali penurunan suku bunga sempat diperkirakan terjadi sebelum konflik Iran memanas, menurut alat FedWatch dari CME Group.
(NIA DEVIYANA)