sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Deeskalasi Perang Timur Tengah

Market news editor Nia Deviyana
26/03/2026 22:12 WIB
Investor masih berhati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah sambil mempertimbangkan kemungkinan meredanya konflik.
Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Deeskalasi Perang Timur Tengah. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Deeskalasi Perang Timur Tengah. Foto: AP.

Saham Meta Platforms dan Alphabet masing-masing turun 3,2 persen dan 2 persen sehingga menekan indeks layanan komunikasi. Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia juga turun hampir 2 persen.

Organisasi OECD memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya lebih kuat. Penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong inflasi naik tajam.

Bank sentral kini berada dalam posisi sulit terkait suku bunga, karena pelaku pasar tidak lagi memperkirakan adanya pelonggaran dari Federal Reserve tahun ini. Sebelumnya, dua kali penurunan suku bunga sempat diperkirakan terjadi sebelum konflik Iran memanas, menurut alat FedWatch dari CME Group.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement