sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menghijau, Investor Tunggu Data Inflasi AS

Market news editor Rahmat Fiansyah
12/02/2026 22:18 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat. (Foto: Freepik)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat. Investor mencermati laporan kinerja emiten terbaru serta bersiap menunggu rilis data inflasi pada Jumat (13/2/2026), yang menjadi penentu arah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Penguatan ini terjadi setelah laporan ketenagakerjaan Januari yang solid meredam harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat, sehingga berpotensi menahan pelonggaran kebijakan moneter.

Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 0,5 persen menjadi 50.346,23. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,29 persen ke level 6.961,82 dan Nasdaq Composite naik 0,25 persen menjadi 23.125,26.

Kenaikan Wall Street turut ditopang oleh saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Micron Technology melonjak hampir 7 persen ke level USD437,65, Nvidia naik 1,07 persen ke USD192,02, dan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 0,8 persen menjadi USD215,16.

Di sisi lain, saham Cisco Systems terkoreksi lebih dari 7 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi laba yang suram. Tekanan margin diperkirakan terjadi akibat kenaikan biaya memori di tengah kelangkaan pasokan yang dipicu belanja pusat data AI oleh perusahaan teknologi besar.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang akan dirilis besok. Jika data inflasi menunjukkan pelonggaran tekanan harga, maka harapan penurunan suku bunga bisa kembali menguat selama pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Sebelumnya, klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan. Hal ini menyusul data nonfarm payrolls yang mencatat penambahan lapangan kerja Januari mencapai dua kali lipat dari ekspektasi pasar.

Kondisi pasar tenaga kerja yang tangguh, ditambah inflasi yang masih bertahan, dinilai mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Padahal, ekspektasi penurunan suku bunga menjadi salah satu pendorong utama reli saham dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi kinerja emiten, saham McDonald’s menguat setelah perusahaan membukukan laba di atas ekspektasi. Sementara itu, investor menanti laporan keuangan Coinbase, Applied Materials, dan Rivian yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar. 

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement