Indeks S&P 500 naik 1,66 persen dan mengakhiri sesi perdagangan di 7.437,63 poin. Kemudian Nasdaq menanjak 2,78 persen menjadi 25.122,18 poin, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,19 persen ke level 52.208,06 poin.
Pada tahun ini, investor telah dikhawatirkan oleh pengeluaran besar-besaran untuk AI di perusahaan-perusahaan teknologi besar. Laporan arus kas negatif dari Alphabet dan Tesla pekan lalu memicu aksi jual saham-saham terkait AI, dengan saham-saham chip juga berada di bawah tekanan karena investor mempertanyakan valuasi yang tinggi.
Meta Platforms anjlok setelah melaporkan penurunan arus kas bebas sebesar 91 persen pada kuartal II-2026. Hal ini menunjukkan tekanan finansial dari pembangunan AI yang mahal.
"Ini adalah saham-saham yang benar-benar menjadi medan pertempuran. Investor tidak dapat memutuskan apakah ROI (Return on Investment) dari pengeluaran modal besar-besaran akan sepadan atau tidak," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek.
"Namun, Microsoft memberikan hasil yang baik, dan mungkin Microsoft akan mampu menjadi saham 'pemenang AI yang terpercaya'," kata Ellerbroek.
Saham Amazon naik 3,9 persen dan Apple turun 1,4 persen. Kedua perusahaan akan melaporkan hasil keuangan mereka setelah pentupan perdagangan.
Saham Amazon berkinerja lebih rendah daripada pasar secara keseluruhan tahun ini karena kekhawatiran tentang pengeluaran besar untuk AI. Apple yang tidak banyak berinvestasi pada AI, baru-baru ini menyalip Nvidia untuk menjadi perusahaan paling berharga di dunia, dengan nilai pasar sekitar USD4,9 triliun.
(Dhera Arizona)