sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Turun, Tertekan Data Inflasi yang Tinggi Jelang Laporan Laba Nvidia

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
27/08/2026 06:14 WIB
Indeks-indeks utama Wall Street ditutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026) waktu setempat.
Wall Street Ditutup Turun, Tertekan Data Inflasi yang Tinggi Jelang Laporan Laba Nvidia. (Foto Istimewa)
Wall Street Ditutup Turun, Tertekan Data Inflasi yang Tinggi Jelang Laporan Laba Nvidia. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026) waktu setempat, setelah angka inflasi Amerika Serikat (AS) tercatat lebih tinggi dari perkiraan, sementara banyak investor memilih untuk bersikap wait and see menjelang rilis laporan laba Nvidia.

Dilansir dari Reuters, Kamis (27/8/2026), Dow Jones Industrial Average turun 113,52 poin atau 0,21 persen, menjadi 53.463,88, S&P 500 melemah 1,58 poin atau 0,02 persen ke level 7.675,70, dan Nasdaq Composite merosot 21,10 poin atau 0,08 persen menjadi 26.130,20.

Laporan Kementerian Perdagangan menunjukkan inflasi tahunan AS naik 3,7 persen dalam periode 12 bulan hingga Juli, sedikit di atas ekspektasi. Data terpisah menunjukkan ekonomi tumbuh 1,5 persen pada kuartal II.

Angka terbaru ini menambah kerumitan pada prospek kebijakan Federal Reserve, sehingga meningkatkan signifikansi data ekonomi di masa depan. Investor akan menaruh perhatian besar pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat.

"Angka tersebut belum cukup untuk mengubah arah kebijakan bagi pertemuan bulan September, namun jika data-data berikutnya menunjukkan tren yang sama, The Fed mungkin akan merasa lebih tertekan untuk mengambil tindakan," ujar Kepala Strategi Ekonomi Morgan Stanley Wealth Management Ellen Zentner.

Pertemuan terjadwal berikutnya bagi bank sentral tersebut adalah pada September, yang menempatkan keputusan kebijakan sebagai sorotan utama di bulan yang secara historis merupakan periode lemah bagi pasar saham. Menurut perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut berada di angka 38,1 persen.

Menanti Keputusan Pasar terhadap AI melalui Nvidia

Saham Nvidia turun 1,6 persen menjelang rilis laporan kinerja kuartalan yang sangat dinanti-nantikan. Hasil yang tidak istimewa dari raksasa chip ini dapat memicu kembali keraguan mengenai keberlanjutan lonjakan sektor AI.

Saham perusahaan keamanan siber CrowdStrike menanjak 2 persen menjelang pengumuman hasil kinerja kuartal II yang dijadwalkan setelah penutupan perdagangan.

Di indeks S&P 500, saham sektor kesehatan mencatatkan penurunan terbesar yakni 1 persen.

Saham Moderna melemah 5,8 persen setelah mencatat kenaikan tajam pada Selasa, meskipun harganya masih jauh di atas level sebelum perusahaan mengungkapkan data uji coba vaksin kanker tahap akhir pekan lalu.

Sementara itu, saham Meta menguat hampir 1,1 persen dan memimpin kenaikan di antara perusahaan megacap setelah menyepakati pembayaran hingga USD18 miliar serta melakukan perubahan besar pada Facebook dan Instagram guna menyelesaikan gugatan dari berbagai negara bagian AS terkait dampak negatif terhadap anak-anak. Saham Apple tercatat naik 1,1 persen.

Selain itu, kekhawatiran akan harga minyak yang tetap tinggi, peningkatan utang pemerintah, dan ekspektasi inflasi sempat mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu, meskipun angka tersebut kemudian turun setelah Kementerian Keuangan mengumumkan langkah-langkah dukungan.

Di bursa NYSE, jumlah saham yang turun melampaui jumlah saham yang naik dengan rasio 1,16 banding 1. Tercatat ada 144 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 66 saham yang mencapai level terendah baru di NYSE.

Di bursa Nasdaq, sebanyak 1.983 saham mengalami kenaikan dan 2.745 saham mengalami penurunan, dengan rasio saham yang turun terhadap saham yang naik sebesar 1,38 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 11 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 saham mencapai level terendah baru, sementara indeks Nasdaq Composite mencatat 68 saham mencapai level tertinggi baru dan 75 saham mencapai level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat sebesar 14,2 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,2 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement