Dari sektor perbankan, sejumlah bank regional AS melaporkan kinerja keuangan yang bervariasi. PNC Financial Services menguat 3,8 persen setelah melampaui ekspektasi laba kuartal IV-2025, sementara Regions Financial terkoreksi 2,6 persen karena kinerjanya di bawah perkiraan analis.
Global Equity Strategist Wells Fargo Investment Institute, Doug Beath menilai, volatilitas masih berpotensi berlanjut seiring berjalannya musim laporan keuangan dan meningkatnya risiko geopolitik global.
“Meski awal 2026 cukup kuat, kami tidak akan terkejut jika pasar mengalami volatilitas dalam beberapa pekan ke depan,” katanya dalam catatan kepada investor dikutip dari AP.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah menguat setelah sempat tertekan tajam sehari sebelumnya. Harga minyak mentah AS naik 0,4 persen ke USD59,44 per barel, sementara Brent menguat 0,6 persen ke USD64,13 per barel. Sebaliknya, harga emas turun 0,6 persen meski masih menguat lebih dari 5 persen sepanjang Januari 2025.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level 4,23 persen, sedangkan tenor dua tahun meningkat ke 3,60 persen. Pasar memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan dua pekan mendatang, meski inflasi masih berada di atas target 2 persen.