sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Lesu, Saham Walmart Turun Tajam Imbas Penjualan Melambat

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
20/08/2026 21:29 WIB
Indeks-indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka turun pada perdagangan Kamis (20/8/2026).
Wall Street Lesu, Saham Walmart Turun Tajam Imbas Penjualan Melambat. (Foto Istimewa)
Wall Street Lesu, Saham Walmart Turun Tajam Imbas Penjualan Melambat. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks-indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka turun pada perdagangan Kamis (20/8/2026), karena kenaikan kembali imbal hasil obligasi pemerintah menekan sentimen pasar, dan saham Walmart mengalami penurunan tajam setelah angka penjualan kuartalannya meleset dari perkiraan.

Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 319,61 poin atau 0,60 persen menjadi 53.143,44, S&P 500 melemah 11,46 poin atau 0,15 persen ke level 7.696,52, dan Nasdaq Composite kehilangan 77,02 poin atau 0,29 persen menjadi 26.254,38.

Sektor barang konsumsi diskresioner S&P 500 menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,3 persen, terseret oleh pelemahan saham Amazon dan Tesla. Kenaikan saham Nvidia dan Apple membantu membatasi penurunan tersebut.

Saham Walmart turun 8,6 persen setelah angka penjualan sebanding kuartalannya tidak mencapai ekspektasi Wall Street, akibat konsumen yang menahan belanja di tengah kenaikan harga bahan bakar. Hal ini menyeret turun indeks sektor barang kebutuhan pokok konsumen S&P 500 sebesar 1,6 persen.

"Sentimen investor goyah setelah perusahaan mempertahankan panduan kinerja yang konservatif pada kuartal lalu, dan sedikit kenaikan dalam prospek ke depan mungkin tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan," ujar Analis Utama Emarketer Sky Canaves.

Kekhawatiran mengenai tingginya harga minyak akibat konflik Iran serta meningkatnya utang pemerintah telah menekan pasar obligasi dan saham pekan ini. 

Sementara itu, harga minyak naik 2,3 persen, melanjutkan penguatan selama lima sesi berturut-turut akibat terhentinya pembicaraan damai AS-Iran dan gangguan pasokan di Timur Tengah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau treasury tenor 30 tahun sempat melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade sebelum turun tajam pada Rabu, setelah Kementerian Keuangan AS mengumumkan langkah-langkah dukungan untuk obligasi berdurasi panjang.

Namun, dampak positif dari intervensi Kementerian Keuangan tersebut tampaknya hanya berlangsung singkat; imbal hasil tenor 30 tahun kembali naik sekitar 3 basis poin menjadi 5,239 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun juga merangkak naik dan terakhir berada di level 4,698 persen.

Perkembangan makroekonomi terkini telah membuat S&P 500 dan Dow Jones turun dari rekor tertinggi yang dicapai awal bulan ini, saat kinerja perusahaan di berbagai sektor menunjukkan gambaran kuat mengenai dunia korporasi AS.

Secara terpisah, data menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran menurun pada pekan lalu, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap stabil.

Indeks S&P 500 mencatat tujuh level tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu level terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 28 level tertinggi baru dan 29 level terendah baru.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement